KRITIKAN KERAS & TEGAS: RSUD Pasaman Barat, PEMERINTAH DAERAH, DAN KEGAGALAN TOTAL YANG MEMBUNUH HARAPAN RAKYAT!

👇👇👇👇👇👇

Kejadian penutupan total layanan poliklinik spesialis pada 3 Juni 2026 ini bukan sekadar masalah pelayanan yang terganggu, melainkan sebuah KEJAHATAN PELAYANAN PUBLIK yang nyata dan terang-benderang! Ratusan warga, yang sudah menempuh perjalanan jauh dari berbagai pelosok nagari dan kecamatan, datang dengan harapan bisa sembuh, datang dengan rasa sakit yang menyesakkan dada—terutama para lansia yang tubuhnya sudah lemah, tulangnya sudah rapuh, dan nyawanya ada di ujung tanduk—namun apa yang mereka dapatkan? Pintu tertutup rapat, pelayanan dihentikan mendadak, dan harapan mereka dihancurkan begitu saja!

INI ADALAH KEGAGALAN TOTAL PEMERINTAH KABUPATEN PASAMAN BARAT!

Kami bertanya dengan lantang dan penuh amarah:

👉 DI MANA MASALAH SEBENARNYA? Apakah masalahnya ada pada kesejahteraan dokter yang diabaikan bertahun-tahun? Apakah masalahnya ada pada gaji dan tunjangan yang tidak dibayarkan atau tidak layak? Apakah masalahnya ada pada fasilitas rumah sakit yang rusak, tidak lengkap, dan dibiarkan kumuh? Atau masalahnya ada pada manajemen RSUD yang korup, tidak becus, dan hanya pandai berbicara manis di atas kertas saja? Atau yang paling parah: APAKAH MASALAHNYA ADA PADA KETIDAKPEDULIAN PEMERINTAH DAERAH YANG LEBIH PEDULI KEPADA KEPENTINGAN GOLONGAN DAN KANTONG SENDIRI DARIPADA NYAWA RAKYATNYA SENDIRI?

Jawablah dengan jujur! Mogok kerja massal dokter spesialis ini adalah TERIAKAN KEPUTUS ASA mereka karena masalah-masalah itu sudah lama didiamkan, ditutup-tutupi, dan tidak pernah diselesaikan dengan serius. Dan yang paling kejam: setiap kali ada masalah, selalu RAKYAT KECIL yang dijadikan KORBAN TAWANAN!

Apakah pemerintah daerah tidak punya otak untuk berpikir? Apakah mereka tidak paham bahwa RSUD ini adalah SATU-SATUNYA TEMPAT BERHARAP bagi warga Pasaman Barat yang tidak punya uang berobat ke luar daerah? Apakah mereka tidak sadar bahwa menutup layanan secara mendadak itu sama saja dengan MENAMBAH DERITA SAKIT RAKYAT, MEMPERCEPAT KEMATIAN ORANG YANG SAKIT, DAN MENCABUT HAK HIDUP WARGA NEGARA?

Lihatlah gambarannya: kursi-kursi penuh sesak, wajah-wajah penuh kepedihan, para lansia menahan sakit sambil menunggu sia-sia. INI ADALAH CERMIN BURUK PEMERINTAHAN KITA! Di mana janji-janji manis saat kampanye? Di mana semboyan "Kesehatan Hak Asasi Manusia"? Di mana tanggung jawab para pejabat yang digaji dari uang pajak rakyat ini?

KAMI TUNTUT JAWABAN TEGAS!

1. Siapa yang bertanggung jawab atas kekacauan ini? Kepala Dinas Kesehatan? Direktur RSUD? Atau Bupati sendiri yang memimpin daerah ini?

2. Mengapa masalah internal rumah sakit tidak diselesaikan sebelum meledak seperti ini? Mengapa tidak ada solusi darurat, tidak ada rencana cadangan, tidak ada perhatian sedikit pun terhadap nasib pasien?

3. Berapa lama lagi rakyat Pasaman Barat harus menelan pahitnya kelalaian dan ketidakbecusan pengelolaan kesehatan ini?

Cukup! Jangan lagi jadikan nyawa dan kesehatan rakyat sebagai bahan tawar-menawar atau korban kelalaian. Pemerintah daerah harus bertindak sekarang juga: selesaikan akar masalahnya, berikan hak layak tenaga medis, perbaiki manajemen yang rusak, dan JAMIN TIDAK ADA LAGI PENUTUPAN LAYANAN YANG MEMBUNUH HARAPAN RAKYAT!

Ingatlah: Rakyat tidak butuh janji, rakyat butuh pelayanan! Dan hari ini, RSUD Pasaman Barat dan pemerintah daerahnya telah GAGAL TOTAL memberikan.

Tim JURNALIS 

Komentar