Berikut adalah berita tentang peran Kapolres Pasaman Barat dalam membantu masyarakat terdampak banjir sampai tahun 2025:
Simpang Empat, Pasaman Barat – Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat telah secara konsisten turun ke lapangan membantu masyarakat terdampak banjir sejak tahun 2023 hingga awal 2025. Berbagai upaya mulai dari evakuasi langsung, pemberian bantuan, hingga pengaturan lalu lintas dilakukan untuk meminimalkan kerugian dan menjaga keselamatan warga.
Pada September 2023, hujan deras yang berlangsung beberapa hari menyebabkan meluapnya sungai di empat kecamatan: Lembah Melintang, Koto Balingka, Sungai Beremas, dan Ranah Batahan. Kapolres Pasaman Barat saat itu, AKBP Agung Basuki, memimpin langsung evakuasi warga dengan menurunkan puluhan personel. Ratusan rumah terendam air setinggi 30-150 cm, termasuk masjid dan sekolah, namun dengan kerja sama tim gabungan (BPBD, Basarnas, dan instansi lain), warga berhasil dipindahkan ke tempat aman. Sebelumnya, pada Juni dan Juli 2023, personel Polres juga telah melakukan peninjauan dan bantuan di wilayah yang terkena banjir bandang dan naiknya debit sungai.
Tahun 2024, banjir kembali melanda Pasaman Barat, khususnya di Nagari Si Nu Ruik, Kecamatan Talamau, pada April. Tim gabungan yang dipimpin oleh Bagian Operasi Polres, Kompol Muzhendra, mengevakuasi sekitar 69 warga (termasuk anak-anak dan bayi) ke Gedung Diklat Talu Si Nu Ruik. Total warga terdampak mencapai 272 kepala keluarga (1.360 jiwa) dengan beberapa rumah rusak dan hanyut. Di tempat pengungsian, pihak Polres juga menyiapkan kebutuhan dasar seperti makan, minum, selimut, dan perlengkapan bayi.
Pada Januari 2025, hujan deras menyebabkan banjir di Kecamatan Lembah Melintang dan Sungai Aur, dengan puluhan rumah terendam air. Kapolsek Lembah Melintang, AKP Junaidi, memberikan himbauan kepada warga agar tetap siaga dan mengungsi ke tempat aman bila diperlukan. Personel Polres juga turun ke lapangan untuk mengatur lalu lintas dan membantu warga yang terkena dampak.
"Kita selalu siap memberikan bantuan sebaik mungkin kepada warga korban bencana. Duka mereka adalah duka kita bersama," ujar salah satu petinggi Polres Pasaman Barat dalam salah satu kesempatan.
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat juga telah menetapkan masa tanggap darurat banjir di beberapa wilayah untuk memfasilitasi penanganan yang lebih cepat dan terkoordinasi.
jurnalis ( ISMAILHASAN )

Komentar
Posting Komentar