BREAKING NEWS: "Suheri" Terkait Kasus Suap Proyek Jalan Sumut Rp 231 Miliar, Ada Dua Identitas yang Mengemuka
Jakarta, 9 Januari 2026 - Isu yang menyebut nama "Suheri" terkait dugaan suap proyek jalan di Sumatera Utara (Sumut) menjadi sorotan publik. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat dua identitas yang disebutkan dalam kasus korupsi proyek infrastruktur dan perizinan di Indonesia, yang mungkin menjadi referensi dalam postingan tersebut.
1. Jafar Sukhairi: Mantan Bupati yang Dipanggil KPK Sebagai Saksi
Dalam kasus dugaan korupsi proyek jalan senilai Rp 231,8 miliar yang telah mengungkap KPK sejak Juni 2025, terdapat sosok M Jafar Sukhairi (sering disingkat "Suheri"), yang menjabat sebagai Ketua DPW PKB Sumut sekaligus mantan Bupati Mandailing Natal. Pada 7 Oktober 2025, ia dipanggil KPK sebagai saksi bersama Walikota Padangsidimpuan Letnan Dali Munte untuk diperiksa terkait dugaan suap dan manipulasi tender proyek jalan di Dinas PUPR Sumut dan Satker PJN Wilayah I Sumut.
Kasus ini berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 26 Juni 2025 yang menjerat Kadis PUPR Sumut Topan Ginting dan empat tersangka lainnya, termasuk pengusaha swasta. KPK menduga ada praktik pengaturan pemenang tender dan aliran dana suap hingga Rp 46 miliar dari total nilai proyek, yang mencakup pembangunan jalan Simpang Palsa Bolas, jalan nasional Si Pion Got–Batas Labusel, dan jalan Huta Imbaru–Si Pion Got.
2. Suheri Terta: Pengusaha yang Ditahan KPK Kasus Alih Fungsi Hutan
Sosok lain dengan nama mirip adalah Suheri Terta, seorang pengusaha yang menjadi tersangka dalam kasus suap pengajuan revisi alih fungsi hutan di Riau tahun 2014. Ia ditahan KPK sejak 5 April 2025 dan diperiksa sebagai legal manager PT Duta Palma Group tahun 2014. Diduga, Suheri bersama pihak korporasi memberikan uang Rp 3 miliar kepada mantan Gubernur Riau Annas Maamun untuk mempermudah perizinan lahan perkebunan.
KPK: Pengecekan Lebih Lanjut untuk Konfirmasi Identitas
Juru bicara KPK Budi Prasetyo saat dikonfirmasi belum dapat memastikan secara spesifik referensi nama "Suheri" dalam postingan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa penyidikan kasus proyek jalan Sumut masih berlangsung dan KPK akan menelusuri semua jalur informasi untuk mengungkap peran setiap pihak yang terlibat.
"Saat ini penyidikan fokus pada pelacakan aliran dana dan jaringan yang terlibat dalam manipulasi proyek. Kami akan mengumumkan perkembangan terkini segera setelah ada konfirmasi yang jelas," ujar Budi.
JURNALIS ISMAILHASAN MEDIA KPK TIPIKOR


Komentar
Posting Komentar