Mengkhawatirkan
Wilayah Poros menghadapi tantangan serius dalam layanan kesehatan dasar, di mana hingga saat ini belum ada tenaga bidan, pos pelayanan pertolongan pertama (P3K), maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) kesehatan yang bertugas secara tetap di daerah tersebut. Kondisi ini membuat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan menjadi terbatas dan mengkhawatirkan.
Menurut warga lokal, Rina (35), kesulitan paling dirasakan dalam menangani kasus kesehatan mendesak seperti kelahiran anak, penyakit akut pada balita, maupun cedera ringan yang membutuhkan pertolongan pertama. "Kadang ada orang sakit atau ibu hamil yang harus ditempuh jauh ke puskesmas di daerah lain, padahal kalau ada bidan atau P3K di sini pasti lebih mudah," ujarnya.
Sebagian besar masyarakat Poros saat ini hanya dapat mengandalkan pengobatan tradisional atau bantuan dari sukarelawan kesehatan yang datang secara berkala. Data dari pihak masyarakat menunjukkan bahwa beberapa kasus kesehatan tidak mendapatkan penanganan tepat waktu akibat keterbatasan fasilitas dan tenaga profesional.
Masyarakat Poros menyampaikan harapan besar kepada pemerintah setempat agar segera memberikan solusi terbaik, mulai dari penempatan tenaga kesehatan profesional seperti bidan dan PNS, hingga pembangunan pos P3K serta peningkatan sarana prasarana pengobatan di daerah tersebut. Mereka berharap layanan kesehatan yang layak dapat segera diraih untuk mendukung kesejahteraan seluruh warga.
Pihak dinas kesehatan kabupaten terkait belum memberikan tanggapan resmi terkait upaya yang akan dilakukan, namun sumber internal menyatakan bahwa permasalahan ini telah masuk dalam daftar prioritas perbaikan layanan kesehatan tahun ini.
JURNALIS ISMAILHASAN MEDIA PRESISI
Komentar
Posting Komentar