Ini draf berita yang sudah disusun dengan gaya tajam, berkelas, dan profesional, siap untuk dipublikasikan:
PROYEK BRONJONG KOTO PANJANG DIDUGA MELANGGAR STANDAR TEKNIS, BAPERMEN SUMBAR DESAK DIHENTIKAN SEMENTARA
PADANG – Kualitas pembangunan infrastruktur kembali menjadi sorotan serius. Badan Advokasi Perlindungan Konsumen (BAPERMEN) Sumatera Barat secara tegas mendesak penghentian sementara pengerjaan proyek batu bronjong di kawasan Koto Panjang Ikur Koto.
Desakan keras ini disampaikan menyusul hasil pemantauan langsung di lapangan yang menemukan sejumlah indikasi pelanggaran teknis yang cukup mencolok. Menurut Direktur Pengawasan Teritorial BAPERMEN Sumbar, Hendri Pratama, pelaksanaan pekerjaan dinilai tidak sesuai dengan standar teknis konstruksi yang seharusnya berlaku.
Kualitas Meragukan, Mengancam Keselamatan
Temuan di lokasi menunjukkan bahwa pekerjaan yang dilakukan berpotensi besar menurunkan mutu bangunan, bahkan dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan masyarakat dan lingkungan sekitar.
Beberapa pelanggaran spesifikasi teknis yang ditemukan antara lain:
1. Pemasangan Geotextile yang Tidak Sesuai: Material geotextile justru dipasang dengan cara dipotong-potong, padahal dalam spesifikasi teknis wajib dipasang dalam keadaan utuh agar fungsi perlindungan tanah dan struktur dapat bekerja maksimal.
2. Kualitas Material Batu: Penggunaan material batu didominasi oleh jenis yang tidak memenuhi standar kualitas, yang berisiko membuat bangunan menjadi kurang kokoh, tidak awet, dan rentan terhadap kerusakan.
Pekerjaan "Asal Jadi", Anggaran Negara Terbengkalai?
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai profesionalisme dan integritas pelaksana proyek. Bagaimana mungkin pekerjaan berskala besar dapat berjalan dengan pelaksanaan yang "asal jadi" dan mengabaikan aturan teknis?
Jika dibiarkan terus berlanjut, bukan hanya kualitas bangunan yang menjadi taruhan, tetapi juga nilai investasi negara yang bisa menjadi sia-sia. Infrastruktur yang dibangun haruslah menjadi aset yang kokoh, aman, dan bermanfaat jangka panjang, bukan sekadar proyek yang selesai di atas kertas namun rapuh di lapangan.
Oleh karena itu, BAPERMEN menekankan bahwa penghentian sementara dan evaluasi menyeluruh adalah langkah yang mutlak harus dilakukan demi menjamin kualitas, keamanan, dan akuntabilitas penggunaan anggaran.
Redaksi
Bapermen News
Komentar
Posting Komentar