Dugaan Penolakan Pasien di IGD RSUD Pasaman Barat Memicu Kemarahan Publik


 


PASAMAN BARAT – Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasaman Barat kembali menjadi sorotan tajam masyarakat usai beredar dugaan adanya penolakan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Isu ini memicu reaksi luas dan menuai berbagai keluhan serupa dari warga.

Ketua DPC Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Pasaman Barat, Mustafa Kemal, menyoroti kasus di mana pasien yang datang ke IGD justru tidak dilayani dan diarahkan untuk berobat ke Rumah Sakit Yarsi Simpang Empat.

"RSUD Pasaman Barat, jika ada pasien IGD jangan ditolak dan diarahkan ke rumah sakit Yarsi. Dirut kalau tidak mampu mundur saja," tegas Mustafa dalam unggahan media sosialnya, Minggu (12/4/2026).

Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian ribuan warganet. Banyak di antaranya mengaku pernah mengalami atau mengetahui kejadian serupa, mengeluhkan buruknya pelayanan di fasilitas kesehatan milik daerah tersebut.

Salah satu warga, Sucipto Cipto, menceritakan pengalaman di mana pasien tidak bisa ditangani dengan alasan ketiadaan obat yang dibutuhkan. Hal ini semakin memperkuat anggapan bahwa terdapat berbagai kendala mendasar yang menghambat pelayanan optimal di RSUD Pasaman Barat.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak manajemen RSUD maupun Dinas Kesehatan terkait dugaan penolakan pasien dan keluhan ketersediaan obat tersebut. Masyarakat pun menanti langkah konkret dari pihak berwenang untuk memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan yang menjadi hak dasar warga.

ismail Hasan 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemerintah Tetapkan Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026 Melalui SKB 3 Menteri

Polisi Kunjungi Korban Penganiayaan di RSUD Pasaman: Dugaan Konflik Lahan vs Tambang Emas Ilegal

Tragedi di Rao Selatan: Pria Lanjut Usia Jadi Korban Penikaman, Pelaku Diduga Tetangga Sendiri!