SUNGAI KOTO BALINGKA KEMBALI KERUH, 5 UNIT ALAT BERAT DIDUGA SEBABKAN PENCEMARAN
Pasaman Barat, Kondisi air sungai Koto Balingka yang sempat menunjukkan perbaikan dan jernih menjelang serta pasca Hari Raya Idul Fitri tahun ini kini kembali mengalami penurunan kualitas yang signifikan. Air yang tadinya bening kini berwarna keruh bahkan kekuningan, membuat masyarakat sekitar semakin khawatir dan kecewa.
Setelah melakukan penyelidikan mandiri yang dilakukan oleh kelompok masyarakat peduli lingkungan di wilayah hulu sungai, ditemukan adanya aktivitas lima unit alat berat yang beroperasi secara terus-menerus di lokasi Batang Lapu, Jorong Batang Lapu, Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya di masyarakat, pihak yang terkait dengan inisial H dan IT diduga menjadi pihak yang bertanggung jawab atas operasional alat berat tersebut.
"Kita sudah mengamati kondisi ini selama beberapa hari terakhir. Saat alat berat mulai beroperasi, air sungai yang mengalir ke bawah segera berubah warna. Padahal sebelum ini, setelah melalui upaya pembersihan bersama beberapa bulan lalu, air sungai sudah kembali layak pakai untuk keperluan sehari-hari," ungkap Perwakilan Masyarakat, peduli sungai Koto Balingka.
Air sungai Koto Balingka menjadi sumber air utama bagi ribuan jiwa masyarakat di beberapa desa sekitar, termasuk Desa Koto Balingka, Desa Batang Lapu, dan Desa-desa sekitarnya. Selain untuk keperluan rumah tangga seperti memasak, mencuci, dan minum setelah melalui proses penyaringan, air sungai ini juga digunakan untuk menyiram lahan pertanian yang menjadi mata pencaharian utama sebagian besar penduduk.
"Kita sangat bergantung pada sungai ini. Sekarang airnya keruh sekali, bahkan ada rasa dan bau yang tidak sedap. Kalau terus seperti ini, bagaimana kita memenuhi kebutuhan air sehari-hari kata seorang warga Desa Koto Balingka.
Selain masalah ketersediaan air bersih, masyarakat juga khawatir akan dampak jangka panjang dari pencemaran ini terhadap kesehatan dan ekosistem sungai. Beberapa jenis ikan yang biasanya ditemukan di sungai ini kini mulai sulit ditemui, dan ada tanda-tanda kerusakan pada tanaman yang disiram menggunakan air sungai tersebut.
Masyarakat berharap agar penyelidikan dapat dilakukan secepatnya dan tindakan tegas dapat diambil untuk menjaga kelestarian sungai Koto Balingka. Selain itu, mereka juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelancaran aliran sungai agar sumber daya air yang berharga ini dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
ISMAIL HASAN

Komentar
Posting Komentar