GEDUNG HANCUR, TUNTUTAN DANA MAKIN BENGKAK: CERMIN BURUK KINERJA PEMDA PASAMAN BARAT, TRANSPARANSI HILANG DITELAN KEPENTINGAN

👇👇👇👇👇👇👇

PASAMAN BARAT – Pemandangan memalukan terpampang nyata: gedung DPRD Kabupaten Pasaman Barat tampak reyot, rusak parah, cat mengelupas, dan bangunan seakan runtuh kapan saja. Kondisi fisik gedung ini bukan sekadar bangunan tua, melainkan cermin nyata, gambaran hidup, dan bukti otentik kinerja para pengelola pemerintah daerah selama ini. Mirisnya, di tengah kondisi yang memprihatinkan itu, muncul fakta mencengangkan: dana perbaikan yang sudah mencapai angka fantastis 128 MILIAR rupiah ternyata dianggap masih kurang, dan mereka berani-beraninya menuntut tambahan lagi sebesar 2,4 MILIAR rupiah!

Rakyat bertanya dengan penuh kemarahan dan tanda tanya besar: Sebobrok apa gedung ini sampai minta dana ratusan miliar? Ke mana perginya uang yang sudah didapat? Mengapa sampai sekarang belum selesai, malah makin minta lagi?

Kekisruhan pengelolaan anggaran raksasa ini semakin mencurigakan. Pemerintah Daerah beralasan dana tersebut diperuntukkan untuk pembangunan jalan, tapi tidak ada kejelasan sama sekali, tidak ada rincian, tidak ada titik lokasi yang disebutkan, dan tidak ada laporan terbuka ke publik. Ini bukan lagi soal keterlambatan, ini adalah ketidaktransparanan yang mencurigakan, berbau permainan anggaran, dan sangat berpotensi menjadi kasus korupsi jilid kedua yang besarnya tak kalah dengan skandal sebelumnya di bawah kepemimpinan Yulianto.

Rakyat sudah muak melihat ketidakjelasan ini. Di saat jalan-jalan penghubung ekonomi rusak parah berlubang-lubang dan tak kunjung diperbaiki, di saat fasilitas kesehatan minim, dan warga kesusahan, pemerintah justru asyik memainkan uang rakyat dengan angka yang membumbung tinggi tanpa pertanggungjawaban. Uang rakyat bukan kue yang bisa dipotong sesuka hati, bukan dompet pribadi yang bisa diambil terus menerus tanpa bukti kerja nyata.

Tuntutan tambahan dana 2,4 miliar ini adalah penghinaan bagi akal sehat. Ini membuktikan bahwa pengelolaan keuangan di Pasaman Barat masih penuh kepentingan tersembunyi, masih gelap, dan jauh dari prinsip bersih, akuntabel, dan berwibawa. Kami ingatkan: Jangan biarkan sejarah korupsi terulang lagi! Buka rincian dana 128 miliar itu, buktikan sudah dipakai di mana, dan berhentilah meminta lagi kalau kerja kalian nol besar. Gedung rusak dan anggaran yang tak berdasar ini adalah bukti bahwa reformasi dan kinerja bersih masih jauh dari harapan. Aparat penegak hukum wajib turun tangan bongkar kejanggalan ini sampai ke akar-akarnya!

ismail hasan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemerintah Tetapkan Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026 Melalui SKB 3 Menteri

Polisi Kunjungi Korban Penganiayaan di RSUD Pasaman: Dugaan Konflik Lahan vs Tambang Emas Ilegal

Tragedi di Rao Selatan: Pria Lanjut Usia Jadi Korban Penikaman, Pelaku Diduga Tetangga Sendiri!