TEGUR KERAS KONDISI PESANTREN DARUL FIKRI YANG MEMPRIHATINKAN.


 

๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

Padang / Pasaman, 7 Juni 2026 – Tim pemantauan LSM P2 Napas telah turun langsung ke lokasi dan meninjau secara mendalam kondisi Pesantren Darul Fikri, lembaga pendidikan agama yang sudah puluhan tahun melahirkan generasi saleh dan berbakti. Hasil pemantauan kami menyatakan dengan tegas: keadaan gedung, fasilitas, dan ruang belajar di sana sudah sangat tidak layak, berisiko, dan jauh dari standar kelayakan pendidikan.

Kami melihat langsung: atap bocor di mana-mana saat hujan, dinding retak yang mengancam keselamatan, lantai tidak rata, jendela dan pintu rusak tak terpakai, serta ruang kelas yang sempit dan pengap. Di tengah keterbatasan yang menyedihkan itu, para santri tetap bersemangat, tetap tekun menuntut ilmu agama, menghafal kitab suci, dan menempa diri menjadi penerus agama serta bangsa. Pemandangan ini sangat menyayat hati, sangat memalukan, dan sangat tidak pantas terjadi di negara yang mengaku kaya raya ini.


“Bagaimana mungkin kita bisa diam saja? Bagaimana mungkin kita membiarkan hal ini berlarut-larut? Kita di sini makan kenyang, tidur nyaman, ada yang berpoya-poya dengan kemewahan, sementara anak-anak kita yang sedang menyiapkan masa depan agama dan negara harus belajar di tempat yang nyaris roboh ini? Ini adalah ketidakadilan yang nyata,” tegas  LSM P2 Napas dalam pernyataannya.

Keprihatinan kami semakin bertumpuk ketika melihat kenyataan pahit lainnya: Pemerintah hingga hari ini belum memberikan tanggapan nyata, belum ada bantuan, belum ada perhatian serius. Seolah-olah pendidikan agama, pesantren, dan pembentukan karakter bangsa bukanlah prioritas. Padahal, dari sinilah lahir orang-orang yang akan menjaga akhlak, hukum, dan kedaulatan negeri ini.

Dan di saat yang sama, di tempat lain kita saksikan kenyataan yang sangat ironis dan menyakitkan: KORUPSI DI NEGARA INI MAKIN GILA, MAKIN TAK TERKENDALI, DAN MAKIN MENJADI-JADI.

Dana miliaran hingga triliunan rupiah hilang, diselewengkan, dimakan, dan dibagi-bagi oleh segelintir oknum di proyek-proyek fiktif, program yang tidak selesai, atau barang yang tidak jelas wujudnya. Uang rakyat yang seharusnya cukup untuk memperbaiki seluruh pesantren dan sekolah rusak di seluruh Sumatera Barat, malah masuk ke kantong pribadi pejabat dan kroni. Uang itu dihabiskan untuk kemewahan, kendaraan mewah, rumah besar, dan gaya hidup boros, sementara anak-anak Pesantren Darul Fikri harus menahan dingin, panas, dan rasa takut di bangunan yang nyaris rubuh.

Inilah kejahatan sesungguhnya: Membiarkan penerus bangsa menderita, sementara uang negara dikorupsi habis-habisan.

LSM P2 Napas menyampaikan seruan keras dan permohonan tulus kepada seluruh pihak:

๐Ÿ‘‰ Kepada Para Pejabat, Pemerintah Daerah maupun Pusat:

Bangunkan hati nurani Anda. Lihatlah ke bawah, jangan hanya melihat ke atas. Anggarkan dana yang sah, salurkan bantuan perbaikan segera, awasi sampai ke tangan, dan berhentilah merampas hak pendidikan anak-anak bangsa. Jangan sampai Anda baru sadar nanti ketika bangunan ini runtuh dan menelan korban. Ingatlah, jabatan dan kekayaan Anda sementara, tapi dosa membiarkan generasi rusak akan kekal selamanya.

๐Ÿ‘‰ Kepada Seluruh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, dan Pihak Swasta:

Mari kita bergerak bersama. Jangan serahkan semua pada pemerintah saja. Ini tanggung jawab kita bersama. Mari kita kumpulkan tenaga, pikiran, dan bantuan apa pun yang bisa kita berikan untuk membenahi Pesantren Darul Fikri. Bantuan sedikit saja sangat berarti bagi mereka yang berjuang dengan apa adanya.

Kami tegaskan: Pendidikan agama dan pesantren adalah benteng bangsa. Jika benteng ini dibiarkan runtuh karena kelalaian dan korupsi, maka hancurlah karakter dan masa depan negara kita.

Kami dari LSM P2 Napas akan terus memantau, terus bersuara, dan terus mendesak sampai ada perubahan nyata. Kami tidak akan diam melihat anak-anak kita diperlakukan seperti ini.

Mari kita benahi bersama. Demi agama, demi bangsa, demi masa depan anak-anak kita. Karena mereka lah yang akan meneruskan perjuangan kita nanti. Jangan biarkan mereka berjuang sendirian di tengah kelalaian kita.

ismail hasan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemerintah Tetapkan Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026 Melalui SKB 3 Menteri

Polisi Kunjungi Korban Penganiayaan di RSUD Pasaman: Dugaan Konflik Lahan vs Tambang Emas Ilegal

DEKLARASI SAMSURI, S.PD.I, M.A CALON PRESIDEN RI 2029 OLEH PARTAI CINTA NEGERI